Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Gencarkan Program Nutrisi di Riau, 100 Anak Stunting Jadi Prioritas Intervensi

Program “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat” dijalankan selama tiga bulan dengan dukungan puskesmas dan pemda, sebagai upaya menekan prevalensi stunting dan membangun generasi sehat
PTPN IV PalmCo menggulirkan program nutrisi bagi 100 anak stunting di Rokan Hulu, Riau. Lewat intervensi gizi berbasis data dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, perusahaan menargetkan lahirnya generasi sehat dan berdaya saing di masa depan. PTPN IV PalmCo menggulirkan program nutrisi bagi 100 anak stunting di Rokan Hulu, Riau. Lewat intervensi gizi berbasis data dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, perusahaan menargetkan lahirnya generasi sehat dan berdaya saing di masa depan.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Di balik setiap anak, ada harapan dan cita-cita. Ketika anak kekurangan gizi, yang terdampak bukan hanya fisik, tetapi juga kecerdasan, daya saing, dan kepercayaan diri di masa depan,” katanya.

Ia menjelaskan, selama tiga bulan ke depan perusahaan akan menyalurkan makanan tambahan bergizi seperti susu, telur, kacang hijau, biskuit organik, serta beras. Program ini juga disertai pemantauan berkala oleh tenaga kesehatan untuk memastikan efektivitas intervensi.

Menurut Bambang, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga perusahaan. Dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari intervensi berbasis data yang dilaksanakan secara kolaboratif di berbagai wilayah operasional perusahaan.

“Stunting harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Program ini berbasis data dari puskesmas dan pemerintah daerah, dengan target jelas untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Secara nasional, cakupan program ini terus meningkat. Pada 2024, bantuan menjangkau 1.313 anak, meningkat menjadi 2.077 anak pada 2025, dan pada 2026 kembali diperluas ke berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia, termasuk Sumatera dan Kalimantan.

Jatmiko menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama perusahaan dalam memberikan dampak sosial yang nyata.

“Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” katanya.

Program ini sekaligus menegaskan peran strategis Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya dalam mendorong kinerja bisnis, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan di sekitar wilayah operasional.(Adv)

Tulis Komentar

Komentar