Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam memperkuat posisi di sektor hilir, tidak hanya di hulu perkebunan.
“Sinergi dengan ITS menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan hasil riset ke dalam implementasi industri. Kami ingin membangun ekosistem sawit berkelanjutan sekaligus menghadirkan energi bersih yang kompetitif,” ujarnya.
Ia menambahkan, ruang lingkup kerja sama mencakup riset energi terbarukan, pengembangan teknologi konversi, hingga penerapan konsep zero waste di lingkungan perkebunan sawit.
Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan pentingnya hilirisasi riset agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama ini menjadi jembatan penting agar inovasi seperti bensin sawit dapat diterapkan secara luas dan memberikan nilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” katanya.
Dari sisi teknis, Ketua Tim Peneliti ITS, Hosta Ardhyananta, menjelaskan bahwa pengembangan biogasoline difokuskan pada efisiensi konversi minyak kelapa sawit menjadi bahan bakar yang siap digunakan pada mesin kendaraan.
“Inovasi ini diarahkan untuk menghasilkan bensin berbasis bio yang kompetitif dan mendukung target global pengurangan emisi serta pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, proses penelitian juga akan didampingi oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem ITS, Juwari, bersama tim ahli dan dukungan dari Kementerian Pertanian.
Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama lima tahun ini akan membentuk tim khusus guna mengawal implementasi teknologi hingga tahap industrialisasi.
Melalui kolaborasi ini, PTPN IV PalmCo diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelopor industri sawit berkelanjutan, sekaligus mendorong ITS menjadi pusat inovasi energi hijau yang mampu bersaing di tingkat global.(red)*
Komentar