Seputarpublik.com || KALIMANTAN BARAT, — Di tengah modernisasi industri perkebunan kelapa sawit, pelestarian tradisi dan kearifan lokal tetap menjadi aspek penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Komitmen tersebut ditunjukkan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) melalui Regional V dengan melibatkan masyarakat adat Dayak dalam berbagai tahapan kegiatan operasional perkebunan, termasuk peremajaan kebun atau replanting.
Bagi masyarakat adat Dayak, tanah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual. Pandangan tersebut tercermin dalam tradisi Baremah, sebuah ritual adat yang menjadi bagian dari upaya memohon restu kepada Sang Pencipta, yang dikenal sebagai Jubata, serta menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Dalam konteks kegiatan perkebunan, pelaksanaan tradisi Baremah sebelum aktivitas yang berkaitan dengan peremajaan atau pembukaan lahan menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat setempat.
Komentar