Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Lestarikan Tradisi Baremah Dayak, Harmoni Adat dan Industri Sawit Jadi Sorotan

Melalui Regional V, PTPN IV PalmCo melibatkan masyarakat adat dalam tradisi Baremah menjelang aktivitas peremajaan kebun, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan komitmen keberlanjutan di Kalimantan Barat.
Tradisi Baremah masyarakat adat Dayak menjadi bagian dari penghormatan terhadap kearifan lokal dalam aktivitas perkebunan PTPN IV PalmCo Regional V di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat harmoni antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Tradisi Baremah masyarakat adat Dayak menjadi bagian dari penghormatan terhadap kearifan lokal dalam aktivitas perkebunan PTPN IV PalmCo Regional V di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat harmoni antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Seputarpublik.com || KALIMANTAN BARAT, — Di tengah modernisasi industri perkebunan kelapa sawit, pelestarian tradisi dan kearifan lokal tetap menjadi aspek penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Komitmen tersebut ditunjukkan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) melalui Regional V dengan melibatkan masyarakat adat Dayak dalam berbagai tahapan kegiatan operasional perkebunan, termasuk peremajaan kebun atau replanting.

Bagi masyarakat adat Dayak, tanah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual. Pandangan tersebut tercermin dalam tradisi Baremah, sebuah ritual adat yang menjadi bagian dari upaya memohon restu kepada Sang Pencipta, yang dikenal sebagai Jubata, serta menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

Dalam konteks kegiatan perkebunan, pelaksanaan tradisi Baremah sebelum aktivitas yang berkaitan dengan peremajaan atau pembukaan lahan menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat setempat.

Pelibatan tradisi tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Praktik ini mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang memperhatikan dimensi sosial dan budaya masyarakat, sejalan dengan perhatian terhadap aspek lingkungan dan ekonomi dalam pengelolaan usaha perkebunan.

Dewan Adat Dayak Apresiasi Komitmen Perusahaan

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kembayan, Thomas, S.Pd., M.Si., mengapresiasi komitmen PTPN IV PalmCo dalam menghormati dan melestarikan kearifan lokal masyarakat Dayak.

Menurut Thomas, pelibatan masyarakat adat dalam kegiatan perusahaan merupakan bentuk penghargaan terhadap warisan leluhur dan hak-hak kultural masyarakat setempat.

“Tradisi Baremah ini adalah warisan leluhur kami untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” ujar Thomas.

Ia juga menyampaikan penghargaan atas konsistensi perusahaan dalam melibatkan tradisi tersebut dalam kegiatan operasional perkebunan.

“Kami sangat mengapresiasi dan menaruh hormat kepada PTPN IV PalmCo yang terus secara konsisten melestarikan kearifan lokal ini dalam setiap langkah operasional mereka. Ini bukan sekadar tentang peremajaan sawit, tetapi tentang bagaimana perusahaan hadir, menghargai, dan menyatu dengan adat istiadat kami. Harmoni seperti inilah yang menjamin keberlanjutan alam dan kedamaian di masyarakat,” lanjutnya.

Ritual adat yang dipimpin tokoh spiritual setempat tersebut menyimbolkan harapan agar seluruh proses kegiatan berjalan lancar dan aman, serta membawa kebaikan bagi perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.

PTPN IV PalmCo Dorong Harmoni dengan Masyarakat Adat

Dari sisi perusahaan, penghormatan terhadap adat istiadat dipandang sebagai bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat di wilayah operasional.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis perlu berjalan seiring dengan keharmonisan hubungan sosial dan penghargaan terhadap budaya masyarakat setempat.

“Bagi kami di PTPN IV PalmCo, keberlanjutan bisnis tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan keharmonisan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” tegas Arya.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam tradisi Baremah di Kalimantan Barat merupakan salah satu bentuk komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat, sekaligus menghormati kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Keterlibatan dalam tradisi seperti Baremah di Kalimantan Barat adalah komitmen nyata kami untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami meyakini bahwa menjaga tradisi berarti merawat keseimbangan ekosistem dan sosial. Ini adalah standar operasional kami: maju bersama kemajuan zaman, tanpa pernah melupakan atau meminggirkan kearifan budaya yang telah menjaga alam ini selama berabad-abad,” ungkapnya.

Pendekatan yang melibatkan masyarakat adat diharapkan dapat memperkuat komunikasi, membangun rasa saling memiliki, serta membantu meminimalkan potensi kesalahpahaman dan konflik sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Praktik tersebut juga berpotensi menjadi pembelajaran bagi pengelolaan industri perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek produksi, tetapi turut memperhatikan lingkungan serta tatanan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri kelapa sawit yang berkelanjutan, pelestarian tradisi Baremah menjadi pengingat bahwa kegiatan ekonomi dan penghormatan terhadap budaya lokal dapat berjalan beriringan.

Melalui pendekatan yang mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap kearifan lokal, sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat diharapkan terus terjaga demi mendukung keberlanjutan usaha, kelestarian lingkungan, serta kehidupan sosial yang harmonis di Kalimantan Barat.(Redaksi)