“Bagi kami di PTPN IV PalmCo, keberlanjutan bisnis tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan keharmonisan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” tegas Arya.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam tradisi Baremah di Kalimantan Barat merupakan salah satu bentuk komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat, sekaligus menghormati kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Keterlibatan dalam tradisi seperti Baremah di Kalimantan Barat adalah komitmen nyata kami untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami meyakini bahwa menjaga tradisi berarti merawat keseimbangan ekosistem dan sosial. Ini adalah standar operasional kami: maju bersama kemajuan zaman, tanpa pernah melupakan atau meminggirkan kearifan budaya yang telah menjaga alam ini selama berabad-abad,” ungkapnya.
Pendekatan yang melibatkan masyarakat adat diharapkan dapat memperkuat komunikasi, membangun rasa saling memiliki, serta membantu meminimalkan potensi kesalahpahaman dan konflik sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Praktik tersebut juga berpotensi menjadi pembelajaran bagi pengelolaan industri perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek produksi, tetapi turut memperhatikan lingkungan serta tatanan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri kelapa sawit yang berkelanjutan, pelestarian tradisi Baremah menjadi pengingat bahwa kegiatan ekonomi dan penghormatan terhadap budaya lokal dapat berjalan beriringan.
Melalui pendekatan yang mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap kearifan lokal, sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat diharapkan terus terjaga demi mendukung keberlanjutan usaha, kelestarian lingkungan, serta kehidupan sosial yang harmonis di Kalimantan Barat.(Redaksi)
Komentar