Dengan dukungan sistem irigasi yang memadai serta kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare, bahkan berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik.
Sebagai bagian dari persiapan implementasi pilot project, PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah lahan yang berpotensi dikembangkan untuk budidaya kedelai.
Kajian tersebut mencakup karakteristik tanah, ketersediaan air, kondisi topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan pengembangan kedelai dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan.
> "Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan," jelas Jatmiko.
Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan, PTPN IV PalmCo berharap pilot project kedelai dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Adv)*
Komentar