Program ini dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara, dengan mengintegrasikan pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya menggunakan varietas unggul Grobogan.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah percepatan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada kedelai yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Pengembangan kedelai dinilai penting mengingat tingginya kebutuhan nasional. Saat ini konsumsi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pasokan impor masih mendominasi.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, petani di Desa Ngudikan menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam setahun.
Komentar