Seputarpublik.com, JAKARTA — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kembali dipacu guna meningkatkan produktivitas perkebunan sawit milik petani. Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo mempercepat distribusi bibit unggul bersertifikat sekaligus memperkuat pendampingan kelembagaan petani untuk menutup kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perusahaan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, pembenahan sektor hulu menjadi langkah strategis menjaga daya saing industri sawit Indonesia dalam jangka panjang. Penggunaan benih tidak bersertifikat, menurutnya, masih menjadi penyebab rendahnya produksi tandan buah segar (TBS) di banyak kebun rakyat.
> “Intervensi harus dimulai dari benih. Kesalahan memilih benih di awal tanam bisa berdampak hingga 25–30 tahun ke depan. Kami memastikan petani memperoleh bibit unggul dengan asal-usul dan kualitas yang jelas,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/02/2026).
Secara keseluruhan, PalmCo telah menyalurkan sekitar 6 juta bibit unggul bersertifikat untuk mendukung peremajaan di lahan seluas kurang lebih 41.000 hektar, melibatkan lebih dari 20.000 petani di berbagai wilayah Indonesia. Upaya ini diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi daerah sentra sawit.
Perkuat Kelembagaan Petani
Selain distribusi benih, PalmCo menitikberatkan penguatan kelembagaan petani. Saat ini perusahaan mendampingi 93 koperasi sawit dan kelembagaan petani melalui pelatihan teknis budidaya, pembenahan administrasi, serta penerapan manajemen kebun berbasis praktik presisi.
Pendampingan tersebut dinilai penting agar bantuan pemerintah dan akses pembiayaan perbankan dapat dimanfaatkan optimal.
> “Kendala sering kali bukan hanya teknis di kebun, tetapi juga administrasi dan manajemen. Kami dampingi dari hulu hingga hilir,” kata Jatmiko.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia Setiyono mengapresiasi model kemitraan PalmCo. Menurutnya, kepastian pendampingan teknis dan transparansi perusahaan memberi rasa aman bagi petani plasma di tengah tantangan harga dan produktivitas.
Dorong Standar Keberlanjutan
PalmCo juga mendorong petani mitra mengikuti sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hingga 2025, program sertifikasi mencakup 11.909 hektar lahan milik 5.954 kepala keluarga, memastikan praktik budidaya ramah lingkungan sekaligus membuka akses pasar global.
Pendekatan menyeluruh mulai dari penyediaan bibit unggul, penguatan koperasi, hingga sertifikasi keberlanjutan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Program PSR menjadi langkah strategis menjaga posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan petani di daerah. {red}*