Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang, Kebun dan Pabrik Jadi Laboratorium Kesiapan Kerja Generasi Muda

PTPN IV PalmCo memperluas program pemagangan hingga ke kebun, pabrik, kantor pusat, dan kantor regional sebagai upaya memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri serta mencetak tenaga kerja yang siap bersaing.
PTPN IV PalmCo terus memperkuat pengembangan SDM melalui program pemagangan yang melibatkan lebih dari 1.300 peserta di kantor pusat, kantor regional, kebun, dan pabrik sebagai laboratorium pembelajaran dunia kerja yang nyata. PTPN IV PalmCo terus memperkuat pengembangan SDM melalui program pemagangan yang melibatkan lebih dari 1.300 peserta di kantor pusat, kantor regional, kebun, dan pabrik sebagai laboratorium pembelajaran dunia kerja yang nyata.

Seputarpublik.com || JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten melalui program pemagangan. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan telah menerima 1.328 peserta magang yang ditempatkan di berbagai unit kerja, mulai dari kantor pusat, kantor regional, kebun, hingga pabrik pengolahan di Sumatera dan Kalimantan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri melalui pengalaman kerja yang relevan dan berbasis kompetensi.

Para peserta berasal dari berbagai skema pemagangan, antara lain Magang Mandiri, Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM), Magenta BUMN, Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan, hingga program penelitian.

Tidak hanya menjalankan tugas administratif, peserta juga dilibatkan secara langsung dalam aktivitas operasional perusahaan sehingga memperoleh pengalaman nyata mengenai dinamika dunia kerja di sektor perkebunan.

Kebun dan Pabrik Jadi Laboratorium Pembelajaran

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa seluruh ekosistem perusahaan dirancang sebagai ruang belajar yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi para peserta magang.

«"Kami tidak memposisikan peserta magang sebagai tenaga kerja tambahan. Seluruh ekosistem perusahaan, mulai dari ruang pengambilan kebijakan di Head Office, pusat koordinasi di Regional Office, hingga area operasional kebun dan pabrik merupakan laboratorium hidup. Mereka dilibatkan dalam ritme kerja profesional, menghadapi studi kasus nyata, dan memperoleh evaluasi yang terukur," ujar Jatmiko.»

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat transformasi BUMN untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta mampu memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Persaingan Ketat, Minat Magang Terus Meningkat

Tingginya minat lulusan baru terhadap program pemagangan tercermin dari seleksi Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan Batch II pada Agustus 2026.

Sebanyak 2.231 pelamar bersaing memperebutkan 164 posisi magang yang tersedia di kantor pusat dan lima kantor regional PTPN IV PalmCo. Di beberapa wilayah operasional, seperti Regional I Medan dan Regional IV Jambi, tingkat persaingan mencapai sekitar 16 pelamar untuk satu posisi.

Jatmiko menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan generasi muda terhadap pengalaman kerja yang dapat meningkatkan daya saing mereka sebelum memasuki dunia profesional.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pemberian fasilitas kepada peserta mengikuti ketentuan masing-masing program. Peserta Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan memperoleh insentif dari pemerintah, sedangkan peserta Magenta BUMN menerima uang saku yang disediakan perusahaan.

«"Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan BUMN. Perusahaan menyediakan lingkungan belajar, pembimbing, dan pengalaman kerja, sementara skema pembiayaan mengikuti ketentuan masing-masing program," jelas Jatmiko.»

Dukung Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

Program pemagangan PTPN IV PalmCo sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pemagangan berbasis kompetensi merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia.

«"Pemagangan berbasis kompetensi adalah jembatan paling efektif untuk mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Melalui pemagangan di industri, peserta tidak hanya mendapatkan hard skill, tetapi juga soft skill dan etos kerja yang nyata," ujar Yassierli.»

Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan industri akan membantu lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih baik sekaligus meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional.

Pengalaman Magang Jadi Modal Karier

Manfaat program ini juga dirasakan para alumninya. Nabila Shifa, lulusan Universitas Gunadarma yang mengikuti Program Magenta BUMN dan kini menjadi karyawan PTPN IV PalmCo, mengaku pengalaman magang memberikan bekal penting saat memasuki dunia kerja.

«"Pendampingan mentor dan pengalaman bekerja dalam ritme korporasi menjadi bekal yang sangat membantu ketika mengikuti proses rekrutmen hingga akhirnya bergabung sebagai karyawan," ungkap Nabila.»

Hal serupa disampaikan Hafizah Mulia Ningrum, lulusan Universitas Andalas yang pernah mengikuti Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan di PTPN IV PalmCo dan kini berkarier sebagai konsultan auditor.

Menurutnya, pengalaman memahami tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta standar kepatuhan operasional menjadi nilai tambah dalam profesinya saat ini.

Bagi PTPN IV PalmCo, perluasan akses pemagangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri. Tingginya jumlah peserta maupun pelamar dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa program pemagangan tetap menjadi salah satu jalur strategis bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional secara penuh.(Red)*