Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV Perkuat Transformasi Digital, Raih Sertifikasi ISO dan Tingkatkan Kematangan Tata Kelola TI

PTPN IV PalmCo meraih sertifikasi ISO/IEC 20000-1 dan ISO/IEC 27001, disertai capaian assessment BSSN IKAS 3,64 pada 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan, keamanan informasi, dan tata kelola teknologi informasi.
Perkuat Transformasi Digital, PTPN IV Raih Standar Internasional dan Tingkatkan Kematangan Tata Kelola TI. Perkuat Transformasi Digital, PTPN IV Raih Standar Internasional dan Tingkatkan Kematangan Tata Kelola TI.

Seputarpublik.com || JAKARTA — PTPN IV PalmCo terus memperkuat transformasi digital melalui penerapan standar internasional dan peningkatan kematangan tata kelola teknologi informasi (TI).

Penguatan tersebut ditandai dengan keberhasilan perusahaan meraih sertifikasi ISO/IEC 20000-1 dan ISO/IEC 27001, serta mencatat capaian assessment BSSN IKAS sebesar 3,64 pada 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun layanan TI yang andal, aman, terukur, dan selaras dengan kebutuhan bisnis perusahaan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan penguatan teknologi informasi merupakan bagian penting dalam transformasi perusahaan. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat memperkuat proses bisnis dan menciptakan nilai bagi perusahaan.

«“Transformasi digital harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang kuat, layanan yang andal, serta keamanan informasi yang terjaga. Sistem digital yang terintegrasi akan memberikan manfaat nyata bagi operasional perusahaan,” ujar Jatmiko.»

Menurut Jatmiko, penerapan standar internasional dan pengukuran tingkat kematangan TI juga menjadi instrumen untuk memastikan pengembangan digital perusahaan berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.

«“Yang terpenting adalah bagaimana standar tersebut menjadi sistem kerja yang diterapkan secara konsisten, sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi, menjaga keamanan informasi, dan memperkuat daya saing perusahaan,” terangnya.»

Tata Kelola TI Makin Matang

Direktur SDM dan Umum PTPN IV PalmCo, Suhendri, mengatakan penguatan tata kelola TI dilakukan melalui penerapan standar yang memberikan kerangka kerja terukur bagi pengelolaan layanan dan keamanan informasi perusahaan.

«“Sertifikasi tersebut memberikan fondasi penting bagi PTPN IV dalam memastikan layanan teknologi informasi dikelola secara profesional sekaligus memastikan informasi dan aset digital perusahaan mendapatkan perlindungan yang memadai,” ujar Suhendri.»

Sertifikasi ISO/IEC 20000-1 yang diraih perusahaan merupakan standar internasional untuk manajemen layanan teknologi informasi atau IT Service Management (ITSM).

Penerapan standar tersebut mencakup proses perancangan, penyediaan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga peningkatan layanan TI agar semakin selaras dengan kebutuhan bisnis dan pengguna layanan di lingkungan perusahaan.

Selain itu, PTPN IV juga meraih sertifikasi ISO/IEC 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau Information Security Management System (ISMS).

Standar tersebut memperkuat pendekatan perusahaan dalam mengelola risiko keamanan informasi, pengendalian akses, perlindungan aset data, serta penanganan insiden dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

Penguatan tata kelola dan keamanan TI juga dilanjutkan melalui pengukuran tingkat kematangan. PTPN IV mencatat nilai 3,64 pada assessment BSSN IKAS Tahun 2026, sementara IT Maturity Assessment (ITMA) Tahun 2025 tercatat sebesar 3,20.

Kedua capaian tersebut menjadi indikator bagi perusahaan untuk melihat perkembangan kapabilitas keamanan siber dan tata kelola teknologi informasi secara lebih terukur.

Dorong Ekosistem Digital Terintegrasi

Ke depan, capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi PTPN IV untuk terus memperkuat tata kelola TI melalui peningkatan kualitas layanan, pengelolaan risiko, keamanan informasi, serta konsistensi penerapan proses digital di seluruh lingkungan perusahaan.

Penguatan tata kelola tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan sistem yang semakin terintegrasi guna mendukung kebutuhan operasional di berbagai wilayah kerja.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang responsif terhadap perkembangan teknologi, mendukung efisiensi, meningkatkan keandalan layanan, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

Di sisi lain, penguatan sistem dan tata kelola TI juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional perusahaan serta membangun organisasi yang semakin adaptif, terintegrasi, dan siap menghadapi tantangan bisnis di era digital.(Red.)*