Beranda
Seputar Publik / Berita

Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Niat, Tata Cara, dan Keutamaan Menjelang Iduladha

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan menunaikan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah sebagai amalan penuh keberkahan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jangan lewatkan puasa Tarwiyah dan Arafah 2026. Simak niat, tata cara, serta keutamaan amalan sunnah penuh pahala menjelang Hari Raya Iduladha. Jangan lewatkan puasa Tarwiyah dan Arafah 2026. Simak niat, tata cara, serta keutamaan amalan sunnah penuh pahala menjelang Hari Raya Iduladha.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini dilaksanakan pada awal bulan Zulhijah dan diyakini memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah dikerjakan pada 9 Zulhijah atau sehari sebelum Iduladha. Khusus puasa Arafah, ibadah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah diawali dengan membaca niat pada malam hari atau sebelum terbit fajar.

Adapun niat puasa Tarwiyah sebagai berikut:

"Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Sementara niat puasa Arafah adalah:

"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Selain niat, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan sahur sebelum menjalankan puasa. Sahur tidak sekadar menjadi waktu makan dan minum, tetapi juga termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Ulama Muslim Yusuf al-Qaradawi menjelaskan bahwa sahur merupakan hidangan yang dikonsumsi setelah pertengahan malam hingga menjelang fajar. Selain membantu menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa, waktu sahur juga diyakini penuh keberkahan dan menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak zikir, istigfar, dan doa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari).

Selama menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan menjaga perilaku dan menahan diri dari berbagai perbuatan tercela. Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga menjadi latihan spiritual untuk mengendalikan emosi, menjauhi pertengkaran, kebohongan, hingga gibah yang dapat mengurangi pahala ibadah.

Saat waktu Magrib tiba, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Rasulullah SAW juga menganjurkan agar umatnya tidak menunda berbuka ketika azan Magrib telah berkumandang.

Doa berbuka puasa yang umum dibaca adalah:

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Iduladha. Selain diyakini membawa pahala dan keberkahan, ibadah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, meningkatkan ketakwaan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.(*/hel)