“PMR diharapkan dapat menjadi agen perubahan, sekaligus pelopor dalam menerapkan pola hidup sehat melalui program pengurangan dan pemilahan sampah,” ujar Munjirin.
Menurutnya, kegiatan PMR bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler sekolah, melainkan ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, hingga keterampilan membantu sesama. Karena itu, para anggota PMR diharapkan mampu menjadi teladan positif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pemerintah Kota Jakarta Timur, lanjut Munjirin, akan terus mendukung pembinaan PMR secara berjenjang dan berkelanjutan guna menciptakan generasi muda yang mandiri, peduli, serta siap berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Kami bersama PMI Kota Jakarta Timur berkomitmen menghadirkan program pembinaan remaja yang sehat, kreatif, peduli, dan berdampak positif bagi masyarakat luas melalui kegiatan PMR,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu, menegaskan bahwa PMR memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan memiliki semangat kemanusiaan sejak dini.
Ia menyampaikan bahwa anggota PMR diharapkan menjadi remaja yang peduli terhadap sesama, memiliki keterampilan dasar kepalangmerahan, serta siap menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Salah satu peserta pelantikan, Aleyda Hilwiyatulhalwas, siswi SMP Negeri 175 Jakarta, mengaku bangga setelah resmi dilantik menjadi anggota PMR Jakarta Timur. Ia menyatakan siap menjadi agen perubahan sekaligus relawan kemanusiaan yang dapat membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Pelantikan ribuan anggota PMR ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan jiwa kemanusiaan yang kuat.(*/hel)
Komentar