Bagi Perguruan Attaqwa, yang menaungi satuan pendidikan dari berbagai jenjang, pertemuan antarsekolah tersebut diharapkan dapat membuka komunikasi yang lebih luas, termasuk untuk kegiatan bersama setelah Jambore berakhir.
Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Jambore Perguruan Attaqwa 2026. Dalam pesan yang disiapkan untuk upacara pembukaan, Irfan Mas’ud menempatkan kegiatan Jambore sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik melalui pengalaman langsung di luar kelas.
“Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan anak-anak untuk menguasai ilmu pengetahuan. Mereka juga perlu belajar hidup bersama, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri serta lingkungannya. Melalui Jambore ini, kami ingin para siswa memperoleh pengalaman tersebut secara langsung,” demikian rancangan pernyataan Irfan Mas’ud.
Ia juga mengaitkan penyelenggaraan Jambore dengan visi Perguruan Attaqwa dalam membentuk insan kamil dan syamil yang benar, pintar, dan terampil.
“Pada usia ke-70 tahun, Attaqwa terus menjalankan tanggung jawab pendidikannya untuk membentuk generasi yang benar dalam sikap dan perilaku, pintar dalam ilmu pengetahuan, serta terampil dalam kehidupan. Kegiatan seperti Jambore memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut bersama teman-temannya,” pungkasnya.
(Red)
Komentar