Beranda
Seputar Publik / Berita

RPN Gandeng Pascal Biotech, Perkuat Sinergi Riset dan Industri Perkebunan

Kemitraan strategis dorong inovasi bioteknologi dan hilirisasi riset untuk tingkatkan daya saing komoditas nasional
Penandatanganan MoU antara RPN dan Pascal Biotech di Bogor sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi riset dan industri berbasis bioteknologi. Penandatanganan MoU antara RPN dan Pascal Biotech di Bogor sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi riset dan industri berbasis bioteknologi.

Seputarpublik.com, BOGOR — PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang inovasi dan pengembangan, Senin (6/4/2026). Penandatanganan berlangsung di Kantor Direksi RPN, Kota Bogor, dan dihadiri jajaran manajemen kedua pihak.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat sinergi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan.

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset guna meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional.

SEVP Riset, Inovasi, dan Sustainability RPN, Tjahjono Herawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks.

“Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi menjadi kunci menghadirkan solusi berkelanjutan dan bernilai tambah,” ujarnya.

Ia menegaskan, RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, terutama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing komoditas di pasar global.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kemitraan ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi industri dan masyarakat,” ungkapnya.

Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.(Adv)*