“Sebagai orang yang berpendidikan, ucapan pastinya akan selalu dijaga supaya tidak melukai hati siapapun itu,” sambung Bang Dai, sapaan Akrab Dailami Firdaus.
Senada dengan Bang Dai, Ketua Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) Yusron Sjarief, menanggapi geram cuitan tersebut karena dianggap telah melukai hati banyak masyarakat Betawi yang masih berduka.
“Pernyataan demikian sangat tidak sesuai dengan semangat Pancasila, yakni sila kedua, sangat tidak berkemanusiaan dan beradab,” ucap Yusron.
Saat ini, mayoritas masyarakat Betawi masih dalam suasana berbelasungkawa atas kepergian ‘Babe’, sapaan Almarhum yang semasa hidupnya menjadi tokoh bagi masyarakat Betawi.
Untuk itu, pernyataan yang mengaitkan meninggalnya Babe Ridwan dengan dukungannya terhadap Anies hanya berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, juga turut memberikan komentarnya.
Menurutnya, bahwa setiap ada orang yang meninggal dunia seharusnya dihormati. Terlebih, Babe Saidi merupakan intelektual sekaligus budayawan asal Betawi yang telah memberi manfaat terhadap banyak orang di Tanah Air.
“Orang meninggal wajib dihormati. Apalagi tokoh yang banyak beri manfaat seperti Babe Ridwan Saidi. Jangan kebencian pada seseorang membuat tidak jernih berpikir bahkan komen yang tidak tepat,” pungkasnya.
Seperti kita ketahui sebelumnya, pihak keluarga yang di wakili sang anak, Jihan telah meminta kepada siapapun agar membuka pintu maaf atas kekhilafan bapak lima anak semasa hidupnya melalui pesan singkat yang disebarkan.
Komentar