Seputar Publik / Berita

Rumah Baca Marenda Gelar Diskusi Sastra, Kupas Tuntas Proses Kreatif dari Ide hingga Karya

Kolaborasi komunitas literasi di Dharmasraya dorong generasi muda berani menulis dan mengolah pengalaman menjadi karya sastra berkualitas.
Suasana diskusi “Lapau Literasi Sastra” di Rumah Baca Marenda yang menghadirkan sastrawan dan penulis untuk berbagi proses kreatif menulis. Suasana diskusi “Lapau Literasi Sastra” di Rumah Baca Marenda yang menghadirkan sastrawan dan penulis untuk berbagi proses kreatif menulis.

Dalam suasana diskusi yang interaktif, Sulaiman Juned menekankan pentingnya keberanian dalam menangkap dan mengolah ide.

“Ide itu jangan ditunggu. Ide harus direbut, diintip, dan dirasakan,” tegasnya.

Menurutnya, setiap individu memiliki sumber ide yang melimpah, terutama dari pengalaman empirik, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Ia menilai banyak ide yang kerap terbuang, padahal dapat diolah menjadi karya sastra bernilai.

Ia juga menjelaskan bahwa proses kreatif dalam sastra merupakan perpaduan antara fenomena sosial dan realitas sastra yang seimbang. Imajinasi dan pengalaman kemudian diramu menjadi karya, mulai dari puisi, cerpen, naskah drama, hingga novel.

Kepada penulis pemula, ia menyarankan penggunaan “jembatan keledai” berupa draf atau peta konsep sebelum menulis, mencakup tema, latar, tokoh, hingga alur cerita. Ia juga menegaskan pentingnya membaca sebagai fondasi utama dalam menulis.

“Iqra, iqra, baru nun,” ujarnya, menekankan bahwa membaca harus didahulukan sebelum menulis.

Sementara itu, Muhammad Subhan menguraikan tiga sumber utama ide dalam menulis, yakni apa yang dilihat, dirasakan, dan dikerjakan.

Menurutnya, lingkungan sekitar, termasuk media sosial, merupakan sumber inspirasi yang tak terbatas jika diamati secara cermat. Selain itu, pengalaman emosional dan aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi bahan mentah yang kuat untuk karya sastra.

Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda, khususnya mahasiswa dan pegiat literasi, untuk lebih aktif menulis serta berani mengembangkan ide menjadi karya nyata yang bernilai.(red)*

Tulis Komentar

Komentar