Seputar Publik / Megapolitan
Saat Hari Raya Idul Adha, Kualitas Udara Jakarta Membaik
Bahkan, kualitas udara di Jakarta pada Senin (19/6) menduduki posisi pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada pada indikator oranye merujuk pada kualitas udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif.Sedangkan indikator merah merujuk pada kualitas udara yang tidak sehat dibandingkan dengan kota lainnya di dunia, lalu ungu sangat tidak sehat, hitam berbahaya, hijau baik dan kuning sedang.Menurut acuan IQAir, skor indeks pada rentang 0-50 artinya memiliki kualitas udara baik, sementara rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang dan rentang 101-150 kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.Berikutnya, kualitas udara tidak sehat memiliki rentang 151-200, lalu kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 201-300 dan kualitas udara berbahaya memiliki rentang lebih dari 301.Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus meningkatkan upaya pengurangan sumber polusi di Ibu Kota untuk menekan buruknya kualitas udara.“Beberapa kebijakan untuk menghadapi menurunnya kualitas udara antara lain adalah meningkatkan kegiatan uji emisi, pengawasan emisi dari sektor industri dan juga berkoordinasi untuk pengetatan kebijakan ganjil-genap di Jakarta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.
Tulis Komentar
Berita Terkait
Baca Juga
Lainnya
Tiga Atlet Junior PTPN IV PalmCo Masuk Seleksi Timnas, Bidik Tampil di Asian Tennis Federation 2026
Diserbu Warga, Gubernur Pramono Anung Tinjau Bazar Ramadan Balai Kota Jakarta yang Sediakan 3.000 Paket Sembako Murah
17 Warga Lombok Tengah Keracunan Usai Makan Nasi Bungkus di Acara Syukuran Ponpes
KNPI Banten Soroti Temuan BPK di Sejumlah OPD, Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Internal Pemerintah
Holding Perkebunan Nusantara Salurkan 150 Ton Daging Kurban, PalmCo Antar Langsung Hingga Pelosok Desa
RPN Gandeng Pascal Biotech, Perkuat Sinergi Riset dan Industri Perkebunan
Jusuf Rizal Siap Maju Pimpin KSPSI 2027–2032, Usung Pembaruan dan Kesejahteraan Buruh
Komentar