Lomba ini diharapkan tidak hanya menghasilkan juara-juara dalam seni baca puisi, tetapi juga mencetak agen perubahan yang dapat menularkan semangat membaca dan mencintai literasi di lingkungan sekitarnya.
Dengan penuh semangat, menjadikan momentum positif ini dalam membangun budaya baca dan memperkuat karakter generasi muda Kota Bekasi.
Ia juga mengapresiasi para pelaksana kegiatan Bekasi Berpuisi yakni Sanggar Perkasa. Melalui pendekatan sastra yang diangkat dalam karya, yang dinilainya menyentuh empat dimensi utama kemanusiaan, perdamaian dan refleksi, keindahan dan keajaiban, perjuangan untuk kemanusiaan, serta cinta yang melampaui batas budaya dan geografis.
Dalam konteks wilayahnya, Kota Bekasi merupakan kota heterogen, yang kaya akan khazanah adat, budaya lokal, dan berbaurnya budaya dari luar daerah. Ia juga menegaskan bahwa sastra adalah pelita batin yang menguatkan karakter bangsa dan membentuk kesadaran kolektif.
“Kami percaya bahwa sastra bukan hanya karya tulis, tapi adalah kekuatan peradaban. Sastra adalah bagian dari nafas hidup yang menuntun pada nilai-nilai kebersamaan dan kemanusiaan,” tutupnya.
(*/AZ)
Komentar