Beranda
Seputar Publik / Berita

Santri Atlet Muhammad Salim Raih Prestasi Dunia, Siap Harumkan Indonesia di Asian Games 2026

Peraih Perak Kejuaraan Dunia Kurash ini jalani persiapan intensif menuju ajang multi-event Asia di Jepang, meski masih terkendala dukungan sponsorship
Santri asal Tangerang, Muhammad Salim, mencetak prestasi dunia di cabang Kurash dan kini bersiap tampil di Asian Games 2026. Di tengah keterbatasan dukungan, semangat juangnya menjadi inspirasi generasi muda Indonesia. Santri asal Tangerang, Muhammad Salim, mencetak prestasi dunia di cabang Kurash dan kini bersiap tampil di Asian Games 2026. Di tengah keterbatasan dukungan, semangat juangnya menjadi inspirasi generasi muda Indonesia.

Seputarpublik.com, Kota Tangerang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kalangan santri Indonesia. Muhammad Salim, santri binaan Habib Luthfi bin Yahya, berhasil mengharumkan nama bangsa melalui cabang olahraga Kurash di kancah internasional.

Pada 2024, Muhammad Salim bersama pelatihnya, Subhan Prasandra, sukses meraih medali perak dalam ajang Kejuaraan Dunia Veteran Kurash yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang spiritual, tetapi juga mampu bersaing di level global dalam olahraga.

Muhammad Salim merupakan atlet Kurash asal Kota Tangerang, Banten. Ia menjalani latihan intensif di Perkumpulan Sandro Adityajaya (sebelumnya Sandro Academy), yang menjadi pusat pembinaan olahraga Kurash di wilayah tersebut.

Selain sebagai atlet dan santri, ia juga berprofesi sebagai staf di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Perannya ini menunjukkan kemampuannya dalam menyeimbangkan pengabdian sebagai aparatur negara, aktivitas spiritual, serta dedikasi sebagai atlet.

Memasuki tahun 2026, Muhammad Salim kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games yang akan digelar di Nagoya, Aichi, Jepang, pada September mendatang. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi).

Sebagai bagian dari persiapan, ia akan mengikuti Bangladesh International Open Kurash Championship pada Mei 2026 sebagai ajang tryout internasional. Selain itu, ia juga dijadwalkan menjalani training camp di Tashkent, Uzbekistan selama sekitar satu bulan guna meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental.

Pelatih sekaligus Ketua Federasi Kurash Kota Tangerang, Subhan Prasandra, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju ajang internasional tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan dukungan sponsorship.

“Persiapan saat ini masih banyak mengandalkan pembiayaan mandiri. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk memaksimalkan performa atlet dalam membawa nama Indonesia di panggung internasional.

Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa santri harus mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga di berbagai sektor lain, termasuk olahraga.

“Inilah saatnya santri menunjukkan prestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga, sebagai kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Keberhasilan Muhammad Salim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya santri, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani meraih prestasi di tingkat global.(***)