> “Dengan adanya layanan bus sekolah, anak-anak kami yang berdomisili jauh dari sekolah dapat dilayani dan datang lebih cepat ke sekolah,” imbuh Agus.
Pelaksanaan SAPA DISA diperkuat melalui kolaborasi antara Dinas Perhubungan dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Sekolah Luar Biasa, komunitas penyandang disabilitas, serta orang tua peserta didik.
Budi mengatakan manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta didik, keluarga, dan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan inovasi tersebut.
Dorong Transportasi Jakarta yang Inklusif
Masuknya SAPA DISA dalam 10 besar JIA 2026 menjadi bagian dari apresiasi terhadap inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Layanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi yang semakin inklusif dan mendukung akses pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas.
> “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan hanya karena keterbatasan akses transportasi,” tegas Budi.
Dengan konsep layanan antar-jemput yang aksesibel, SAPA DISA diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan mobilitas peserta didik penyandang disabilitas sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik yang inklusif di Jakarta.(/hel)*
Komentar