Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai kebersamaan dalam adat istiadat Baduy merupakan warisan budaya bangsa yang harus dijaga secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjutnya, akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Seba Baduy agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Harapannya, Seba Baduy bisa masuk Top 10 Karisma Event Nusantara. Ini menjadi kebanggaan bagi Lebak sekaligus penguatan identitas budaya Indonesia,” tegasnya.
Sebagai tradisi sakral, Seba Baduy dikenal dengan perjalanan warga dari wilayah pedalaman menuju pusat pemerintahan dengan berjalan kaki. Mereka membawa hasil bumi sekaligus menyampaikan amanat leluhur. Tradisi ini menjadi daya tarik wisata budaya yang konsisten menarik perhatian wisatawan setiap tahunnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor dan pelaku UMKM, pelaksanaan Seba Baduy 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mempertegas posisi Lebak sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Banten.
Momentum ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal memiliki potensi besar untuk naik kelas ke panggung nasional, bahkan internasional, apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.(A4N)*
Komentar