H. Ramadhan juga mendorong peserta KUKERTA agar tidak hanya hadir sebagai agen perubahan dalam tataran teori, tetapi mampu memberikan contoh sekaligus pendampingan nyata kepada masyarakat.
«“Mahasiswa KUKERTA harus mampu melihat potensi desa. Apa yang tersedia di masyarakat harus bisa dikembangkan menjadi produk, kemudian dikemas dengan baik dan dipasarkan. Dari situlah ketahanan pangan bisa bergerak menjadi ketahanan ekonomi,” jelasnya.»
Dorong Kolaborasi Pemuda dan Masyarakat
Lebih lanjut, H. Ramadhan menyampaikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berbasis pada potensi lokal.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki agar memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan KUKERTA 76 UIN SMH Banten dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
«“Pemuda harus berani menjadi pelaku usaha, bukan hanya menjadi pencari kerja. Ketahanan pangan adalah salah satu pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkas H. Ramadhan Ibnu Maulana.»
DPD KNPI Provinsi Banten, lanjutnya, terus mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk ketahanan pangan, kewirausahaan, inovasi, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan mahasiswa dalam program KUKERTA diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi selama masa pengabdian, tetapi juga mampu mendorong lahirnya berbagai inisiatif produktif yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat desa.(Red)*
Komentar