Seputarpublik.com, Qasidah Burdah atau Sholawat Burdah merupakan salah satu sholawat yang sangat masyhur di sebagian negara-negara islam di dunia. Di Indonesia, sholawat ini menjadi bacaan rutin di pondok-pondok pesantren dan di tengah masyarakat di seantreo nusantara.
Sholawat Burdah berisi syair atau pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad Saw, pesan moral, nilai spiritual dan semangat perjuangan, yang sering dibaca saat memperingati maulid Nabi Muhammad Besar SAW.
Qasidah Burdah atau Sholawat Burdah diciptakan pada abad ke 7 Hijriah atau abad ke 13 Masehi oleh seorang ulama yang sangat tersohor alim, sufi, dan sangat mencintai Rasulullah saw, yaitu Imam al-Bushiri yang bernama lengkap Iman Syarafuddin Abu Abdullah Muhamad Bin Said Al-Bushiri.
Awal Mula Penciptaan Sholawat Burdah
Berdasarkan catatan sejarah Islam salah satunya tercantum dalam kitab Syarhul Burdah karya Imam Al-Baijuri Sholawat Burdah tercipta berawal dari sakit parah yang diderita Imam Bushiri yakni, sakit lumpuh (stroke) yang membuat separuh tubuhnya tidak dapat digerakkan selama sekitar satu bulan.
Di masa penderitaan sakitnya, Imam Bushiri mencipta bait-bait puisi yang berisi pujian mendalam, kerinduan, serta permohonan syafaat kepada Nabi Muhammad SAW. Niat beliau murni menjadikannya sebagai media tawasul doa agar Allah SWT mengangkat penyakitnya.
Komentar