Seputar Publik / Berita

Sejarah Sholawat Burdah Berawal Dari Penyakit Lumpuh Imam Bushiri Hingga Sembuh Total Setelah Bertemu Rosululloh SAW

Qosidah Burdah Atau Sholawat Burdah Karya Imam Al-,Bushiri pada abad ke 7 Hijriah atau abad ke 13 Masehi. Qosidah Burdah Atau Sholawat Burdah Karya Imam Al-,Bushiri pada abad ke 7 Hijriah atau abad ke 13 Masehi.

Setelah selesai menggubah qasidah tersebut, Imam al-Bushiri tertidur dan bermimpi bertemu langsung dengan Rasulullah SAW. Di dalam mimpi itu, beliau membacakan bait-bait syairnya di hadapan Nabi. Rasulullah SAW kemudian mengusap bagian tubuh Imam Bushiri yang sakit lalu memberikan dan memakaikan sebuah jubah atau burdah kepadanya.

Setelah terbangun dari tidurnya atau mimpinya Imam Bushiri merasa tubuhnya segar bugar dan penyakitnya sembuh total. Sebagai bentuk rasa syukur dan cinta yang mendalam, ia menyusun syair-syair pujian kepada Nabi yang kemudian dikenal sebagai Qasidah Burdah atau Sholawat Burdah.

Qasidah Burdah atau Sholawat Burdah berisi syair yang terdiri dari 160 lebih bait yang dibagi ke dalam 10 pasal. Kandungan: syair Berisi kisah hidup Nabi Muhammad SAW, akhlak mulia, ajakan taubat, serta pujian tulus kepada Rasulullah SAW.

Keutamaan Dan Manfaat Membaca Sholawat Burdah

Keutamaan membaca Sholawat Burdah atau Qasidah Burdah karya Imam Bushiri ini adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh, memohon syafaat Nabi Muhammad SAW, serta memperoleh keberkahan dalam hidup. 

Adapun manfaat yang paling utama membaca Sholawat Burdah ini sebagai berikut :

1..Mendapat Syafaat dan Berkah : Menjadi media untuk mengungkapkan kerinduan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak mulia beliau. 

Tulis Komentar

Komentar