Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mendorong perkembangan sepak bola mini di Aceh, sekaligus membuka ruang bagi klub-klub untuk meningkatkan kualitas permainan dan daya saing.
“Harapan kami, turnamen ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan semakin banyak klub yang berpartisipasi, persaingan semakin berkualitas, dan sepak bola mini di Aceh terus berkembang,” ujar Carles.
Menurutnya, keberlanjutan kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem sepak bola mini yang lebih kompetitif dan memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mengembangkan kemampuan.
KSMI Aceh Dorong Pembinaan Pemain Berkelanjutan
Sementara itu, Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Pengurus Aceh, Muktarrudin Usman, S.E., saat menutup turnamen menegaskan pentingnya kompetisi berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan pemain.
Menurut Muktarrudin, Aceh memiliki potensi melahirkan pemain-pemain berbakat yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Potensi tersebut perlu didukung melalui pembinaan yang terarah, penguatan klub, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan dunia usaha.
Komentar