“Sekarang ini kita sudah merdeka, negara kita sudah aman. Ini harus disyukuri, dan bentuk syukur yang dicintai rosululloh adalah dengan menyantuni anak yatim,” papar Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi.
Sementara itu penceramah Ustadz H. Khaidir Sirodz dalam tausiahnya menjelaskan tentang keistimewaan orang yang menyantuni anak yatim. Menurutnya sebagaimana sabda Rosululloh bahwa orang yang menyantuni anak yatim itu sangat dekat dengan dengan Rosululloh di syurga dekatnya seperti dua ibu jari.
“Kita doakan mudah mudahan upaya yang dilakukan keluarga besar Haji Basyar dengan mrnyantuni anak yatim ini dapat mendekatkan dirinya kepada Rosululloh di Syurga nanti,” ujar jebolan Ponpes Darul Hadist Malang Jawa Timur.
Acara santunan ditutup dengan doa dipimpin KH. Mohammad Toyib atau yang akrab disapa Ustadz Jadun. Kemudian diteruskan dengan pemotongan tumpeng syukuran HUT RI Ke 77 dilakukan pengelola SPBU Basyariah H. Suparman dan H. Selaiman, lalu makan siang bersama para anak yatim.
Setelah itu barulah dilakukan penyerahan santunan yang diserahkan langsung perwakilan keluarga besar Haji Basyar yakni H. Suparman dan H. Sulaiman.
Rangkain kegiatan Peringatan HUT RI Ke 77 di SPBU Basyariyah juga diramaikan dengan pembagian hadiah menarik ke pelanggan SPBU melalui Door Prize dengan ketentuan syarat harus mengisi BBM Pull Tank kendaraannya baik motor maupun mobil dengan batas waktu mulai pukul 12. 00 Wib siang sampai pukul 15.00 Wib sore.
Bagi yang mengisi Full Tank kendaraannya berhak mendapat satu kupon Door Prize, setelah diundi yang beruntung akan mendapat berbagai hadiah menarik diantaranya TV LED 24 Inc, kipas angin, kompor gas, panci, jam.dinding dan lain lain.
Tidak hanya itu SPBU Basyariah juga memberikan pengisian BBM gratis full tank baik motor maupun mobil kepada pelanggan yang namanya sama dengan orang tua pemilik SPBU yakni, Haji Basyar.
Yang namanya sama tapi ada tambahan nama lain tetap mendapat fasilitas pengisian BBM gratis full tank namun hanya untuk sepeda motor, untuk mobil hanya mendapat 10 liter gratis.
(Ahmad Zarkasi)
Komentar