Seputarpublik.com, JAKARTA -- Ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional. Negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri akan lebih stabil, berdaulat, dan leluasa dalam mengambil kebijakan strategis. Karena itu, agenda swasembada pangan Pemerintah Republik Indonesia tidak semata berorientasi pada produksi dan konsumsi, melainkan menjadi fondasi kehidupan sosial, ekonomi, serta moral bangsa.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2024–2029, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan simbol keberlanjutan hidup, keadilan sosial, dan kedaulatan negara. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
> “DPD RI memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program-program prioritas pemerintah yang berkaitan dengan swasembada pangan. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari agenda besar swasembada pangan nasional,” ujar Sultan Najamudin.
Menurutnya, DPD RI secara aktif mengawal realisasi berbagai program swasembada pangan bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah melalui inisiatif Senator Peduli Ketahanan Pangan. Program ini diarahkan untuk memastikan kebijakan pangan nasional benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah.
Sultan menilai, program swasembada pangan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan cerminan visi kepemimpinan yang inklusif dan adaptif dalam menjaga kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global.
> “Swasembada pangan menegaskan kemampuan bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan pangan global sesuai potensi lokal, tanpa tekanan dari pihak mana pun,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemandirian pangan menjadi dasar kuat bagi Indonesia dalam memperkuat diplomasi internasional serta mendorong terwujudnya keadilan dan perdamaian dunia. Negara yang berdaulat secara pangan, kata Sultan, memiliki daya tawar lebih kuat dalam percaturan global.
Pada skala lokal, program swasembada pangan juga terbukti mendorong pembangunan desa-desa pertanian, memperkuat jaringan ekonomi berbasis UMKM dan Koperasi Desa, serta menjadi basis terciptanya masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.
Sultan Bachtiar Najamudin mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari petani, petani muda, akademisi, pakar ekonomi, hingga seluruh ekosistem pertanian untuk terus mengawal dan mendukung agenda swasembada pangan dan energi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
> “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani di berbagai daerah yang dengan tulus dan sungguh-sungguh mendukung program swasembada pangan. Capaian swasembada pangan di tahun pertama pemerintahan ini merupakan hasil kerja keras bersama dan menjadi kebanggaan seluruh bangsa Indonesia,” pungkasnya. [Red]