Beranda
Seputar Publik / Berita

Tembus Jalur Terisolasi, Tim Medis PMI Tangani Ratusan Warga Terdampak Gempa di Sengari

Akses menuju Sengari sempat terkendala longsor dan kerusakan jalan. Tim medis PMI kemudian membuka layanan kesehatan darurat dan membantu penanganan warga terdampak.
Ketua PMI DKI Jakarta H. Bekky Mardani membuka layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak gempa di Sengari, Manggarai Timur, NTT, setelah akses menuju wilayah tersebut sempat terkendala longsor dan kerusakan jalan. Ketua PMI DKI Jakarta H. Bekky Mardani membuka layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak gempa di Sengari, Manggarai Timur, NTT, setelah akses menuju wilayah tersebut sempat terkendala longsor dan kerusakan jalan.

Seputarpublik.com || MANGGARAI TIMUR, NTT — Setelah beberapa hari terkendala akses akibat jalan yang tertutup material longsor, Tim Kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil menjangkau wilayah Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sengari merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada 2026. Kedatangan tim medis PMI disambut antusias warga yang selama beberapa hari menanti layanan kesehatan di tengah keterbatasan akses dan fasilitas medis.

Tim kesehatan yang diterjunkan terdiri dari dokter dan perawat gabungan PMI Provinsi DKI Jakarta serta Rumah Sakit PMI Bogor. Mereka diperbantukan untuk memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat terdampak bencana.

Setibanya di lokasi, para relawan langsung mendirikan pos pelayanan kesehatan darurat dan mengoperasikan klinik lapangan di area terbuka yang juga menjadi lokasi pengungsian warga.


Berdasarkan pendataan awal, ratusan warga telah mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. Sebagian warga mengalami luka ringan hingga sedang yang diduga berkaitan dengan reruntuhan bangunan, material konstruksi, maupun batuan yang longsor dari perbukitan saat gempa terjadi.

PMI Perkuat Operasi Kemanusiaan

Ketua PMI DKI Jakarta H. Beky Mardani mengatakan, PMI DKI Jakarta terus bersiap memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, termasuk dengan menyiapkan tenaga kesehatan dan relawan.

“PMI DKI selalu terpanggil dan bersiap untuk operasi kemanusiaan yang lebih besar. Kami terus menunggu arahan dan berkoordinasi dengan PMI Pusat agar langkah yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Beky, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, dukungan PMI DKI tidak hanya berupa pengerahan personel. PMI DKI juga membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

“Selain menyiapkan tenaga kesehatan dan relawan, PMI DKI juga melakukan open donasi untuk membantu korban di sana,” ujarnya.

Beky menegaskan, setiap bantuan yang dikirimkan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lokasi bencana.

“Tim kami yang sudah berada di lokasi bencana selalu melaporkan kondisi di lapangan. Dengan begitu, bantuan yang kami berikan bisa sesuai dengan kebutuhan warga di sana,” tutur Beky.

Korban Luka Berat Dievakuasi melalui Jalur Udara

Di lapangan, penanganan korban dilakukan melalui proses triase untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas pertolongan.

Korban dengan luka berat maupun kondisi kritis mendapatkan tindakan medis darurat di lokasi. Setelah kondisi memungkinkan, pasien kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan rujukan yang memiliki kemampuan penanganan lebih lengkap.

Namun, kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur membuat proses evakuasi melalui jalur darat belum dapat dilakukan secara optimal. Sejumlah ruas jalan masih tertutup material longsor dan mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tersebut, korban dengan kondisi serius dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter. Pasien diterbangkan secara bertahap menuju rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jalan Terputus, Warga Bertahan di Pengungsian

Gempa yang melanda sejumlah wilayah Flores turut berdampak terhadap infrastruktur di Kabupaten Manggarai Timur.

Di Sengari dan wilayah sekitarnya, sejumlah ruas jalan antarwilayah terputus akibat longsoran tebing dan retakan tanah. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilisasi tim penyelamat, tetapi juga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak berat hingga roboh. Banyak keluarga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tenda-tenda darurat yang didirikan di ruang terbuka.

Di tengah situasi tersebut, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan. Masyarakat juga membutuhkan air bersih, makanan siap saji, selimut, perlengkapan keluarga, hingga fasilitas sanitasi darurat.

Ketersediaan sanitasi menjadi salah satu perhatian di lokasi pengungsian. Kondisi tempat pengungsian yang padat dengan fasilitas terbatas dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai persoalan kesehatan.

PMI Terus Jangkau Wilayah Sulit Diakses

PMI bersama unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai organisasi kemanusiaan lainnya masih berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan, evakuasi, serta bantuan kebutuhan dasar meski berada di daerah dengan kondisi geografis yang sulit.

Pengerahan dokter dan perawat dari PMI DKI Jakarta serta Rumah Sakit PMI Bogor menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMI terhadap dampak gempa di Flores.

Pelayanan diberikan dengan memprioritaskan kebutuhan paling mendesak, terutama bagi korban luka dan kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Beky mengatakan PMI akan terus melakukan koordinasi dan memantau perkembangan situasi di lapangan untuk menentukan dukungan lanjutan yang diperlukan.

“Prinsipnya, kami akan terus berkoordinasi. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan bantuan berikutnya,” kata Beky.

Operasi kemanusiaan hingga kini masih berlangsung. Pendataan korban, pemeriksaan kesehatan, evakuasi pasien, serta distribusi bantuan terus dilakukan secara bertahap seiring terbukanya akses menuju sejumlah wilayah terdampak.

Bagi warga Sengari, kehadiran tim kesehatan PMI menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Di tengah akses yang masih terbatas dan berbagai kebutuhan mendesak, layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan terus diupayakan menjangkau masyarakat terdampak.(*/hel)