Seputarpublik.com, JAKARTA -- Menjelang perubahan statusnya dari ibu kota negara, Jakarta dinilai perlu semakin menegaskan identitas kotanya melalui penguatan kearifan lokal, khususnya budaya Betawi. Gagasan ini disampaikan Arsitek Praktisi sekaligus Pegiat Bangunan Cagar Budaya Betawi, Ar. Dorri Herlambang, IAI, yang menekankan pentingnya menghadirkan estetika tradisional dalam wajah kota metropolitan.
Menurut Dorri, jauh sebelum menyandang status ibu kota, Jakarta telah berkembang sebagai kota global yang terbuka terhadap berbagai bangsa. Keterbukaan tersebut mendorong kemajuan pesat, namun di sisi lain membuat nilai-nilai budaya lokal kerap terpinggirkan atas nama modernisasi dan pluralitas.
Pasca kemerdekaan, pembangunan masif di Jakarta dinilai belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat asli, yakni kaum Betawi. Ruang-ruang publik lebih banyak menampilkan simbol modernitas, sementara ekspresi budaya Betawi belum memperoleh porsi representatif dalam lanskap kota.
Komentar