"Saat ini tantangan juga hadir di dunia digital yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, penting bagi kita untuk saling menjaga, menghormati, dan menciptakan lingkungan yang aman, baik di dalam kampus maupun di ruang digital," ujar Muhammad Dwifajri.
Seminar menghadirkan Mustiawan, M.I.Kom. selaku Ketua Satgas PPKPT UHAMKA sekaligus Fasilitator Daerah KRPPA DKI Jakarta, Adriana Meilinawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Dr. M. Ihsan Tanjung, S.H., M.H., M.Si., serta Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si. sebagai keynote speaker.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya perhatian terhadap berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi, termasuk kekerasan berbasis teknologi, perundungan, diskriminasi, intoleransi, kekerasan seksual, maupun kekerasan psikologis.
Dalam pemaparannya, Mustiawan menyampaikan data Kemendikbudristek yang menunjukkan masih tingginya laporan kasus kekerasan di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa membangun kampus yang aman merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika, bukan hanya Satgas PPKPT.
"Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai sahabat korban, berani menyuarakan ketidakadilan, menjadi peer educator, serta mengampanyekan budaya anti-kekerasan melalui media sosial," katanya.
Komentar