Seputar Publik Bandung – Universitas YARSI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Universitas YARSI memperkenalkan inovasi Budidamber di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Program ini menjadi bagian dari Hibah PKM 2024/2025 yang digagas Pusat Pemberdayaan Desa Universitas YARSI.

Dengan tema “Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Budidamber sebagai Solusi Peningkatan Pendapatan Kader PKK dan Penurunan Angka Stunting,” kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM., CRP., bersama Dr. Elita Donanti, MBiomed, dan Harry Budiantoro, SE., Ak., M.Ak., CA.

Budidamber: Solusi Praktis untuk Desa
Budidamber—budidaya ikan lele dalam ember—diperkenalkan sebagai metode sederhana, murah, dan hemat lahan yang cocok diterapkan di lingkungan desa dengan keterbatasan sumber daya. Selain menyediakan protein berkualitas untuk keluarga, sistem ini juga membuka peluang usaha rumahan yang berkelanjutan.
“Melalui Budidamber, kami ingin menunjukkan bahwa peningkatan gizi dan pendapatan tidak harus rumit. Dengan cara sederhana dan terjangkau, keluarga desa bisa memenuhi kebutuhan protein sekaligus menciptakan peluang ekonomi mandiri,” jelas Dr. Elita Donanti.
Ketua Pokdakan Naminasang Farm & Co, Bapak Ilyas Abdurachman, turut mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan Budidamber memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan warga, terutama ibu rumah tangga, untuk menambah penghasilan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dukungan Pemerintah Desa dan Kader PKK
Program ini disambut positif oleh Kepala Desa Mandalamekar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Budidamber merupakan kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencari solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami sangat terbantu dengan adanya Budidamber. Selain menambah penghasilan ibu-ibu PKK dan Posyandu, hasil panennya bisa langsung dimanfaatkan untuk memperbaiki gizi anak-anak kami,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi, Universitas YARSI menyalurkan bantuan peralatan Budidamber di 13 RW Desa Mandalamekar. Para kader PKK dan Posyandu pun dilatih untuk mengintegrasikan hasil budidaya dalam menu harian serta program gizi anak di posyandu.
Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa
Sebanyak lima mahasiswa dan satu alumni Universitas YARSI terjun langsung ke lapangan, mendampingi warga dalam pelatihan, dokumentasi, dan edukasi. Kehadiran mereka diharapkan menjadi penggerak semangat generasi muda dalam mendukung pembangunan desa.
Harapan ke Depan
Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, Universitas YARSI membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar. Budidamber tidak hanya meningkatkan gizi keluarga dan menekan angka stunting, tetapi juga memperkuat ekonomi desa.
Program ini diharapkan menjadi model desa sehat, mandiri, dan produktif yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia, sejalan dengan komitmen Universitas YARSI dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
(*/Helmi)