Beranda
Seputar Publik / Berita

Vibrasi 2026 di Rutan Jakarta Pusat: Warga Binaan Unjuk Kreativitas, Rutan Cipinang Raih Juara 1

Indonesia Prison Band Festival VIBRASI 2026 menjadi ruang ekspresi dan pembinaan positif warga binaan, dengan penampilan musisi nasional serta peserta dari lima UPT Pemasyarakatan.
Suasana Indonesia Prison Band Festival VIBRASI 2026 di Rutan Kelas I Jakarta Pusat, yang menjadi wadah kreativitas dan ekspresi positif warga binaan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana Indonesia Prison Band Festival VIBRASI 2026 di Rutan Kelas I Jakarta Pusat, yang menjadi wadah kreativitas dan ekspresi positif warga binaan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Semangat kemerdekaan dan kreativitas warga binaan menggema di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat melalui gelaran “Vibrasi Voice Inside Bars Indonesia Prison Band Festival”.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan bagi warga binaan melalui seni dan musik.

Festival ini melibatkan warga binaan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga memiliki nilai pembinaan bagi warga binaan.

> “Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang efektif bagi para warga binaan untuk terus berkarya secara positif,” tegas Sumaryo.

Musisi Nasional Turut Meriahkan Festival

Suasana festival semakin meriah dengan kehadiran sejumlah musisi Tanah Air yang turut tampil menghibur para peserta dan penonton.

Sejumlah nama yang hadir antara lain Deddy Dhukun, Egon, grup rap Neo, Iwa K, serta musisi reggae Dhyo Haw.

Penampilan para musisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum para peserta mengikuti kompetisi musik antarsatuan kerja pemasyarakatan.

Festival band diikuti warga binaan berbakat yang mewakili sejumlah UPT, yakni Lapas Kelas I Cipinang, Lapas Kelas IIA Salemba, Lapas Narkotika Jakarta, Rutan Cipinang, dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat.

Rutan Cipinang Raih Juara 1

Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Deddy Dhukun, Egon, dan perwakilan grup Neo.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga pemenang festival.

Rutan Cipinang berhasil meraih Juara 1. Sementara itu, Rutan Kelas I Jakarta Pusat sebagai tuan rumah menempati Juara 2, sedangkan Lapas Kelas IIA Salemba meraih Juara 3.

Hasil tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap kreativitas dan kemampuan musikal warga binaan yang mengikuti kompetisi.

Jadi Wadah Ekspresi Positif Warga Binaan

Kegiatan VIBRASI 2026 mendapat apresiasi dari Kepala Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta, Wachid Wibowo.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar berorientasi pada kompetisi musik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemberian ruang ekspresi positif bagi warga binaan.

VIBRASI 2026 dinilai menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi, kreativitas dan kemampuan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pembinaan yang terarah.

“VIBRASI 2026 tidak hanya sekadar kompetisi musik, tetapi juga menjadi media pembinaan dan ekspresi positif warga binaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa warga binaan memiliki talenta, kreativitas, disiplin, dan potensi untuk berkembang,” ujar Wachid.

Kreativitas Tetap Tumbuh di Balik Lembaga Pemasyarakatan

Sebagai rangkaian penutup festival, Wachid Wibowo menyerahkan piala kepada para pemenang VIBRASI 2026.

Penyerahan penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap warga binaan yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan mereka melalui seni musik.

Melalui kegiatan seperti VIBRASI 2026, pembinaan warga binaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan ruang untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri serta mendorong keterampilan yang dapat menjadi bekal positif bagi kehidupan mereka ke depan.

Festival musik tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa proses pembinaan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif, termasuk seni dan musik, dengan tetap mengedepankan nilai disiplin, kebersamaan dan semangat berkarya.

* Penulis: Dencio & Gamaliel Ronaldo