"Dalam waktu 20 tahun lagi kita akan menjadi 1 dari 5 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Dengan catatan sumber daya manusia dan pendidikan disiapkan," tegasnya.
Bima juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia tengah menikmati bonus demografi, yaitu jumlah penduduk didominasi oleh usia produktif. Namun, kondisi ini akan memberikan dampak positif jika mereka benar-benar produktif.
"Tetapi kalau yang produktif ini kemudian tidak produktif, menjadi beban, maka kita tidak akan bisa memanfaatkan bonus itu dan jauh dari cita-cita menjadi negara maju," tambahnya.
Selain itu, Bima juga menanggapi keinginan Bupati Buteng yang ingin kembali menghidupkan kampung-kampung tua di wilayah tersebut. Menurut Bima, langkah ini merupakan pilihan yang tepat lantaran Buteng memiliki identitas serta nilai-nilai sejarah kesultanan yang cukup panjang. Hal ini menjadi salah satu pembeda antara Buteng dengan daerah lain, sehingga menjadi potensi yang perlu dimanfaatkan.
"Nah karena itu, inilah menurut saya diferensiasi, perbedaan Buton Tengah yang sekarang ini sedang diikhtiarkan oleh Pak Bupati," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima mengapresiasi Bupati Buteng yang dinilai memahami langkah yang perlu dilakukan. Ia berharap, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama dengan aparatur Pemerintah Kabupaten Buteng dapat saling mendukung dan bersinergi dengan baik.
"Tinggal sekarang Forkopimda solid, tinggal kemudian juga bersama seluruh aparatur, para kades, dan para kadis itu juga bersinergi bersama Pak Bupati," pungkasnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Buteng Azhari, Wakil Bupati Buteng Muhammad Adam Basan, Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Buteng.
(*/Rdn)
Komentar