Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan yang diisi dengan doa bersama dan sedekah berbagai makanan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan air yang masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Manajer Kebun Wonosari di Malang, Joko Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
«“Selamatan Sumber Air ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar sumber air tetap terjaga dan alam Wonosari senantiasa lestari. Kami prihatin dengan musibah Karhutla yang sedang melanda. Untuk itu, kami berharap masyarakat Wonosari terus menjaga alam lingkungan terus lestari, aman, damai, untuk kesejahteraan bersama,” kata Joko, Senin (24/8/2026).»
Selamatan Sumber Air diawali dengan doa bersama di tiga sumber air, yakni Sumber Air Lak, Sumber Air Gebug Lor, dan Sumber Air Tunggul Ametung.
Ketiga sumber air tersebut menjadi salah satu pemasok kebutuhan air bagi masyarakat Wonosari.
Lomba Kemerdekaan Libatkan Wisatawan
Setelah kegiatan yang sarat dengan tradisi dan nilai religi tersebut, kemeriahan berlanjut melalui berbagai hiburan khas perayaan kemerdekaan.
Komentar