Seputarpublik.com || MALANG – Bulan Kemerdekaan 2026 berlangsung di tengah musim kemarau yang turut memicu berbagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Di tengah suasana tersebut, Wisata Agro Wonosari (WAW), destinasi wisata milik PTPN I Regional 5 yang merupakan bagian dari PTPN Group, mengisi momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan menggelar Selamatan Sumber Air (Tuk).
Tradisi tahunan tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Selamatan Sumber Air di Lereng Gunung Arjuno
Wisata Agro Wonosari merupakan destinasi wisata berbasis alam milik PTPN Group yang berada di lereng Gunung Arjuno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat, kegiatan Selamatan Sumber Air juga dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata.
Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan yang diisi dengan doa bersama dan sedekah berbagai makanan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan air yang masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Manajer Kebun Wonosari di Malang, Joko Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
«“Selamatan Sumber Air ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar sumber air tetap terjaga dan alam Wonosari senantiasa lestari. Kami prihatin dengan musibah Karhutla yang sedang melanda. Untuk itu, kami berharap masyarakat Wonosari terus menjaga alam lingkungan terus lestari, aman, damai, untuk kesejahteraan bersama,” kata Joko, Senin (24/8/2026).»
Selamatan Sumber Air diawali dengan doa bersama di tiga sumber air, yakni Sumber Air Lak, Sumber Air Gebug Lor, dan Sumber Air Tunggul Ametung.
Ketiga sumber air tersebut menjadi salah satu pemasok kebutuhan air bagi masyarakat Wonosari.
Lomba Kemerdekaan Libatkan Wisatawan
Setelah kegiatan yang sarat dengan tradisi dan nilai religi tersebut, kemeriahan berlanjut melalui berbagai hiburan khas perayaan kemerdekaan.
Manajemen Kebun Wonosari menyiapkan sejumlah lomba tradisional yang dapat diikuti para pengunjung. Di antaranya lomba makan kerupuk, tebak kata, bola voli buta, estafet balon, pindah air, serta memasukkan paku ke dalam botol.
Sejumlah wisatawan mancanegara yang hadir juga tampak turut bergabung dalam berbagai perlombaan bersama pengunjung lainnya.
Selain lomba, manajemen Kebun Wonosari menggelar jalan sehat yang terbuka bagi wisatawan. Peserta yang membeli kupon berkesempatan memperoleh berbagai hadiah melalui undian dengan total nilai hadiah mencapai puluhan juta rupiah.
Pengundian hadiah tersebut dilakukan pada 17 Agustus 2026.
Menurut Danang, rangkaian kegiatan tersebut turut meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke Wisata Agro Wonosari.
Jumlah pengunjung pada momentum Agustusan tahun ini, kata dia, disebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
«“Kenaikan jumlah pengunjung di momen Agustusan tahun ini bisa jadi karena kami menyiapkan berbagai acara hiburan yang bisa diikuti para pengunjung. Selain itu, jalan sehat berhadiah juga sukses menarik minat para pengunjung untuk datang ke Wisata Agro Wonosari,” katanya.»
Wisatawan Dikenalkan Tradisi Lokal
Danang menilai keterlibatan wisatawan dalam berbagai kegiatan menjadi bagian penting dari kemeriahan peringatan kemerdekaan.
Para pengunjung tidak hanya menikmati suasana kebun teh, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan mengenal tradisi masyarakat setempat.
«“Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman dengan ikut terlibat dalam kegiatan yang kami siapkan selama momentum kemerdekaan,” imbuhnya.»
Ditutup dengan Doa dan Tradisi Jabutan
Rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kebun Wonosari ditutup pada Senin (24/8). Penutupan diisi dengan kegiatan selamatan dan doa bersama di Masjid An-Nur Kebun Wonosari.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suasana semakin meriah dengan tradisi “jabutan”, yakni para hadirin mendapatkan kesempatan mencabut berbagai barang yang digantung di langit-langit masjid. Beragam perabot rumah tangga menjadi bagian dari barang yang disediakan dalam tradisi tersebut.
«“Jabutan ini menjadi salah satu tradisi yang membuat acara semakin meriah. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat dalam menutup rangkaian peringatan kemerdekaan,” ujar Danang.»
Perpaduan tradisi, kegiatan keagamaan, lomba rakyat, dan hiburan memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kebun Wonosari.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi wisatawan, termasuk pengunjung mancanegara, untuk mengenal lebih dekat tradisi dan budaya masyarakat Indonesia.(Adv)*