Selain menyiapkan transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta juga mengatur lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan lomba.
Pramono meminta masyarakat memahami kemungkinan penyesuaian arus kendaraan selama kegiatan berlangsung. Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas dan memperhatikan informasi resmi mengenai pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib.
Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung upaya pengelolaan kondisi cuaca selama rangkaian kegiatan.
Operasi tersebut disebut telah dilakukan di sekitar perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan serta direncanakan berlanjut hingga Sabtu (24/10/2026), dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Pramono turut menekankan pentingnya koordinasi antara penyelenggara JRF dan pihak terkait, mengingat terdapat sejumlah agenda lain yang berlangsung pada akhir pekan, termasuk konser musik.
Koordinasi lintas pihak diperlukan agar berbagai kegiatan dapat berlangsung beriringan dan meminimalkan potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Dorong Pariwisata dan Perputaran Ekonomi Jakarta
Jakarta Running Festival 2026 diikuti lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara, termasuk lebih dari 1.000 pelari mancanegara. Jumlah peserta tersebut menunjukkan potensi ajang olahraga lari untuk menarik partisipasi internasional sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara diharapkan memberi dampak positif terhadap aktivitas ekonomi, termasuk sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemprov DKI Jakarta berharap dukungan fasilitas dan koordinasi lintas sektor dapat menunjang penyelenggaraan JRF 2026 agar berlangsung aman dan tertib.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Jakarta Running Festival diharapkan dapat memperkuat reputasi Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan internasional sekaligus membuka peluang bagi pengembangan wisata olahraga yang berkelanjutan.
*(Penulis; Helmi)
Komentar