Seputar Publik / Berita

Amerika Serikat Masukkan Enam Perusahaan China ke Daftar Hitam

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat

Baik Presiden AS Joe Biden maupun pendahulunya, mantan Presiden Donald Trump, telah menerapkan sanksi pada beberapa perusahaan China yang dilihat sebagai ancaman keamanan nasional dengan memasukkan mereka ke dalam daftar hitam itu.

Mencegah perusahaan China untuk mendapat ekspor teknologi dari AS berarti juga menghalangi Beijing untuk meningkatkan kemampuan militernya.

“Tindakan hari ini menunjukkan upaya bersama kami untuk mengenali dan mengacaukan penggunaan balon pengintai oleh China,” kata Asisten Menteri Perdagangan untuk Penegakan Ekspor Matthew Axelrod.

Axelrod menyebutkan bahwa balon-balon itu telah melanggar wilayah udara Amerika Serikat serta lebih dari 40 negara lainnya.

Salah dua dari entitas yang dimasukkan ke daftar hitam tersebut adalah Beijing Nanjiang Aerospace Technology dan China Electronics Technology Group Corporation 48th Research Institute.

Pemerintahan Biden juga menambahkan Dongguan Lingkong Remote Sensing Technology, Eagles Men Aviation Science and Technology Group, Guangzhou Tian-Hai-Xiang Aviation Technology, dan Shanxi Eagles Men Aviation Science and Technology Group, ke daftar hitam itu.

Guangzhou Tian-Hai-Xiang Aviation memiliki hubungan dekat dengan militer China. Perusahaan itu membuat produk penerbangan untuk penggunaan sipil dan militer, menurut situsnya.

Tulis Komentar

Komentar