Selain itu, tersedia pula 25 bus toilet dan 48 toilet portabel guna menunjang kebutuhan dasar warga dan petugas di lokasi pengungsian maupun titik genangan.
DLH juga menyiapkan ribuan peralatan kerja, antara lain 1.369 cangkrang, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, serta 7.836 karung atau plastik sampah untuk mempercepat proses pembersihan.
“Seluruh personel dan armada kami sebar di 25 lokasi rawan banjir guna memastikan penanganan sampah berjalan cepat sekaligus menjaga fungsi drainase kota tetap optimal,” jelas Asep.
Saringan Sampah Otomatis dan Pola Siaga Musim Hujan
Selama musim hujan, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir.
Sebanyak 29 unit saringan sampah otomatis dioptimalkan untuk mencegah sampah menyumbat aliran sungai dan saluran air.
Petugas lapangan turut dilengkapi perlengkapan pendukung, seperti kubus apung, tangki air, bus toilet, serta toilet portabel, guna memastikan penanganan berlangsung efektif dan berkelanjutan.
“Melalui sistem siaga ini, kami berupaya menjaga kelancaran aliran air dan menekan dampak banjir bagi warga Jakarta,” kata Asep.
DLH DKI Jakarta berharap langkah antisipatif tersebut dapat mempercepat pemulihan lingkungan, sehingga masyarakat terdampak banjir dapat segera kembali beraktivitas di lingkungan yang aman, bersih, dan sehat. (/hel)
Komentar