“Tahun pertama kami mencapai 85 persen occupancy,” katanya.
Keberhasilan tersebut ikut mendorong ekspansi jaringan Archipelago International yang kini mengelola sekitar 168 properti hotel dengan berbagai merek seperti Favehotel, Harper Hotels, dan The Alana Hotel.
Memimpin dengan Kekuatan Tim
Sebagai general manager, Aulia melihat hotel sebagai sistem kerja kolektif yang melibatkan banyak divisi, mulai dari front office, housekeeping, engineering, hingga food and beverage.
“Kalau satu saja tidak berjalan baik, tamu bisa kecewa,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kerja tim agar setiap tamu datang dengan senyum dan pulang dengan pengalaman yang menyenangkan.
Ia juga menjelaskan konsep service charge, yaitu pembagian sebagian pendapatan hotel kepada karyawan.
“Kalau pelayanan bagus, tamu kembali. Revenue naik. Semua ikut senang,” katanya.
Bertahan di Masa Pandemi
Ujian terberat dalam kariernya datang saat pandemi COVID-19.
Ketika banyak hotel tutup, hotel yang dipimpinnya tetap bertahan dengan mengubah strategi pasar.
Segmen korporasi yang berhenti akibat pembatasan perjalanan digantikan dengan pasar pemerintah dan program karantina pekerja industri minyak dan gas.
Strategi itu cukup menjaga operasional hotel tetap berjalan.
“Yang penting hotel tidak tutup. Kalau tutup, pegawai mau makan apa?” katanya.
Tiga Kunci Sukses
Bagi Aulia, kesuksesan dalam industri perhotelan sebenarnya sederhana.
“Kunci sukses di hotel itu hanya tiga,” ujarnya.
Komunikasi, koordinasi, dan konsistensi.
Menurutnya, banyak organisasi gagal bukan karena strategi yang buruk, tetapi karena komunikasi internal yang tidak berjalan baik.
“Simple,” katanya.
“Tapi justru yang simple itu sering dilupakan." (***)
Komentar