Seputar Publik / Gaya Hidup

Batu Akik Pandan, Modal Kepercayaan Diri Lelaki Betawi

Kong Salim (kanan) dan ketiga rekannya memperlihatkan koleksi cincin batu pandan saat Lebaran Betawi di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (21/5/2023). Kong Salim (kanan) dan ketiga rekannya memperlihatkan koleksi cincin batu pandan saat Lebaran Betawi di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (21/5/2023).

Yahya menjelaskan warna batu akik pandan akan berubah sesuai dengan warna yang diinginkan oleh sang pemakai, setelah batu tersebut diberi bacaan dan disyaratkan dengan doa-doa.

Warna yang timbul sesuai keinginan si pemakai akan memberikan kepercayaan diri, apalagi jika batu tersebut dirawat dengan telaten.

Menurut Yahya, sebagian masyarakat Betawi menganggap batu akik menjadi media bersemayamnya makhluk tertentu sehingga memang perlu perawatan khusus, seperti direndam dengan minyak wangi bukhur.

Layaknya keris, Yahya mengatakan batu akik harus direndam dengan minyak wangi bukhur pada malam tertentu, kemudian sering digosok agar cahayanya semakin bersinar.

Aksesoris wajib lelaki Betawi

Budaya mengoleksi batu sebagai perhiasan, memang sudah ada ketika zaman perunggu. Pada masa itu, manusia sudah pandai membuat alat-alat rumah tangga dari besi dan batu.

Saat Indonesia memasuki zaman kerajaan, aksesoris batu alam pun menjadi bagian beraktivitas bagi golongan masyarakat mulia, seperti raja-raja hingga habib ulama.

Khusus bagi masyarakat Betawi, batu akik diidentikkan sebagai aksesoris yang bersatu dalam tubuh seorang jawara, centeng, tukang, hingga jago silat.

Bentuknya pun kini lebih beragam, dari awalnya berupa cincin dengan ukuran batu yang proporsional, menjadi cincin dengan ukuran memanjang. Batu pandan juga kini dipasangkan dalam sabuk serta dibuat gelang dan liontin, menyesuaikan dengan hobi kontemporer masyarakat Betawi.

Namun yang utama, masyarakat Betawi menganggap batu akik pandan merupakan aksesoris wajib ketika mereka mengenakan pakaian pangsi Betawi saat acara-acara besar.

Seorang laki-laki Betawi yang menggunakan pangsi harus memakai seluruh aksesoris kopiah atau peci merah, sarung selempang, sabuk hijau, gelang bahar, sendal ban, serta cincin, dan liontin batu akik pandan sebagai pelengkapnya.

“Tidak bisa tanggung, dia harus komplet propertinya. Kalau kurang akan jadi omongan yang tidak enak bagi yang melihatnya,” kata Yahya.

Tulis Komentar

Komentar