Relawan yang akan dibentuk direncanakan memperoleh pelatihan dan peningkatan kapasitas agar mampu menjalankan fungsi edukasi, pencegahan, pendampingan, serta membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari implementasi Gerakan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang mendukung agenda nasional pemberantasan narkotika.
Upaya tersebut juga dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya agenda ketujuh yang menitikberatkan pada penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, termasuk peningkatan pencegahan serta pemberantasan korupsi, narkotika, perjudian, dan penyelundupan sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Selain Ketua Umum BERSAMA, audiensi dihadiri Wakil Ketua Umum Dr. Richard M. Nainggolan, S.I.K., S.H., M.H., MBA, Sekretaris Jenderal Dr. Titik Haryati, M.AP., M.Pd., Ketua Bidang Hukum Heru Riyadi, S.H., M.H., Bendahara Drs. Arry Basuseno, Ph.D., serta Ketua Bidang Peningkatan dan Pengembangan Relawan/Satgas Bersinar Brigjen Pol. (Purn.) dr. Victor Pudjiadi, Sp.B., FICS., DEM.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, BERSAMA berharap gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat semakin diperkuat, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba serta mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif. (Red)*
Komentar