Seputar Publik / Berita

Bicara di PBB, Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dan Dorong Solusi Politik Berkelanjutan

Petisioner Indonesia di Komite 4 PBB memaparkan pembangunan Laayoune dan Dakhla, infrastruktur strategis, energi terbarukan, serta pandangannya terhadap perkembangan proses politik Sahara Barat.
Direktur Geopolitik GREAT Institute dan dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, menyampaikan pandangan mengenai pembangunan dan perkembangan politik Sahara Barat dalam forum Komite 4 PBB. Direktur Geopolitik GREAT Institute dan dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, menyampaikan pandangan mengenai pembangunan dan perkembangan politik Sahara Barat dalam forum Komite 4 PBB.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Perkembangan pembangunan di wilayah Sahara menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan Komite 4 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi persoalan dekolonisasi.

Direktur Geopolitik GREAT Institute sekaligus dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, hadir sebagai petisioner dalam pembahasan mengenai sengketa Sahara Barat.

Kehadiran tersebut merupakan kali keempat bagi Teguh dalam forum terkait. Tahun ini, lebih dari 100 petisioner berpartisipasi dalam pembahasan mengenai sengketa yang dikenal sebagai Sahara Barat tersebut.

Dalam pemaparannya, Teguh menekankan pentingnya melihat persoalan Sahara tidak hanya dari perspektif politik, tetapi juga dari realitas pembangunan dan kondisi masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Teguh, hak atas pembangunan bukan sekadar konsep abstrak ataupun retorika normatif, melainkan bagian penting dari pemenuhan hak masyarakat.

Tulis Komentar

Komentar