Seputar Publik / Berita

BMKG Ungkap Fakta El Nino: Tak Terjadi Setiap Tahun, Ini Dampaknya terhadap Musim Kemarau di Indonesia

BMKG mengedukasi masyarakat mengenai fenomena El Nino yang kerap disalahpahami. El Nino bukan terjadi setiap musim kemarau, namun muncul secara berkala dan dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia.
BMKG mengajak masyarakat memahami fakta ilmiah mengenai fenomena El Nino. Meski dapat memengaruhi musim kemarau, El Nino tidak terjadi setiap tahun dan dampaknya berbeda di setiap wilayah Indonesia. BMKG mengajak masyarakat memahami fakta ilmiah mengenai fenomena El Nino. Meski dapat memengaruhi musim kemarau, El Nino tidak terjadi setiap tahun dan dampaknya berbeda di setiap wilayah Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat untuk memahami lebih dalam mengenai fenomena El Nino, yang selama ini kerap dikaitkan dengan musim kemarau di Indonesia. Melalui unggahan edukatif di media sosial resminya, BMKG menjelaskan sejumlah fakta penting agar masyarakat tidak salah memahami fenomena iklim global tersebut.

BMKG menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Kondisi ini menyebabkan pusat pembentukan awan hujan bergeser menjauh dari wilayah Indonesia sehingga curah hujan di sejumlah daerah dapat berkurang.

Salah satu kesalahpahaman yang masih banyak ditemui di masyarakat adalah anggapan bahwa setiap musim kemarau selalu disebabkan oleh El Nino. BMKG menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Fenomena El Nino tidak terjadi setiap tahun, melainkan muncul secara berkala dengan interval sekitar 2 hingga 7 tahun sekali.

Istilah El Nino sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "anak laki-laki". Nama tersebut diberikan oleh para nelayan di Peru karena fenomena ini umumnya muncul menjelang perayaan Natal.

Tulis Komentar

Komentar