Seputar Publik / Berita

Buku “22 Hari Belajar Parenting” Hadir di Tengah Masifnya Konten Digital, Ini Standar Ketat Erlangga

Ditujukan terutama bagi orang tua baru, buku karya 22 penulis ini mengangkat pentingnya referensi parenting yang kredibel di tengah derasnya informasi media sosial.
Imam Fachdrian, Koordinator editor buku umum Erlangga (tengah) saat diskusi bedah buku 22 hari belajar parenting Imam Fachdrian, Koordinator editor buku umum Erlangga (tengah) saat diskusi bedah buku 22 hari belajar parenting

Di satu sisi, media sosial memberikan akses informasi yang cepat dan luas. Namun, di sisi lain, tidak seluruh konten yang beredar memiliki dasar pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Ketika kita kembali ke dunia digital, memang banyak sekali konten-konten yang tidak ada saringannya,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, buku dinilai dapat mengisi ruang yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh media digital.

Menurut Imam, buku dapat menjadi salah satu rujukan yang membantu orang tua memilah berbagai informasi parenting yang mereka temukan di internet.

“Peran buku itu untuk memfilter konten-konten itu, bagaimana buku menjadi acuan yang credible dan sudah bisa dipastikan kalau sumbernya terpercaya,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran buku bukan berarti untuk menghentikan perkembangan digitalisasi. Sebaliknya, buku dan teknologi dapat berjalan beriringan.

“Kami memang tidak bisa menghentikan digitalisasi, tapi buku akan mengisi ruang kosong digitalisasi, di mana kita membutuhkan referensi-referensi yang credible,” ujar Imam.

Naskah Tidak Otomatis Diterbitkan

Tulis Komentar

Komentar