Seputar Publik / Berita

Buku “22 Hari Belajar Parenting” Hadir di Tengah Masifnya Konten Digital, Ini Standar Ketat Erlangga

Ditujukan terutama bagi orang tua baru, buku karya 22 penulis ini mengangkat pentingnya referensi parenting yang kredibel di tengah derasnya informasi media sosial.
Imam Fachdrian, Koordinator editor buku umum Erlangga (tengah) saat diskusi bedah buku 22 hari belajar parenting Imam Fachdrian, Koordinator editor buku umum Erlangga (tengah) saat diskusi bedah buku 22 hari belajar parenting

Berawal dari Ruang Belajar

Buku 22 Hari Belajar Parenting sendiri lahir dari rangkaian kegiatan belajar bersama yang dilakukan Komunitas Rumah Pencerah selama bulan Ramadhan.

Ketua Komunitas Rumah Pencerah, Sri Rahayu, mengatakan kegiatan tersebut pada awalnya menjadi ruang bagi orang tua untuk belajar bersama mengenai berbagai persoalan pengasuhan anak.

“Buku ini sebetulnya dari acara belajar bersama di bulan puasa selama 20 hari. Targetnya tentu orang tua,” ujar Sri.

Dalam perkembangannya, materi pembelajaran tersebut kemudian dikemas menjadi buku dengan cerita dan ilustrasi sehingga lebih mudah diterima oleh pembaca.

Salah satu pesan utama yang diangkat adalah pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak.

Di tengah kesibukan dan derasnya interaksi melalui media sosial, orang tua dinilai perlu kembali memberikan ruang bagi komunikasi langsung bersama anak.

Kehadiran tersebut bukan sekadar berada di tempat yang sama, tetapi juga hadir secara emosional, mendengarkan, memahami, dan membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.

Tulis Komentar

Komentar