“Pertama kali pastinya kami lihat penggunaan bahasanya. Tentunya bahasa yang digunakan harus sesuai dengan EYD dan PUEBI,” ujar Imam dalam wawancara di sela peluncuran buku.
Namun, menurut dia, standar editorial tidak berhenti pada persoalan tata bahasa.
Erlangga juga berupaya memastikan bahasa yang digunakan tetap dekat dengan karakter pembaca masa kini, terutama generasi milenial dan Gen Z yang mulai memasuki fase sebagai orang tua baru.
“Selain itu, kami mengusahakan supaya bahasanya bisa masuk ke kaum milenial dan Gen Z. Itu yang utama,” katanya.
Imam menjelaskan, target utama buku tersebut memang orang tua baru yang membutuhkan referensi praktis mengenai bagaimana menghadapi sekaligus mendidik anak.
Karena itu, penggunaan bahasa menjadi salah satu faktor penting agar pesan parenting yang disampaikan 22 penulis dapat diterima dengan mudah oleh pembaca.
Buku sebagai Filter Informasi Digital
Imam menilai kebutuhan terhadap referensi parenting yang kredibel semakin penting di tengah masifnya perkembangan media sosial seperti TikTok dan berbagai platform digital lainnya.
Komentar