Imam juga mengungkapkan bahwa setiap naskah yang masuk ke Erlangga tidak serta-merta diterbitkan.
Ada sejumlah tahapan penyaringan yang harus dilalui untuk memastikan isi buku memenuhi standar penerbit.
Selain penggunaan bahasa, penerbit akan memperhatikan topik-topik sensitif yang dinilai tidak sesuai untuk diterbitkan.
“Untuk penggunaan bahasanya, lalu ada topik-topik yang sensitif, itu pasti tidak kami masukkan,” katanya.
Erlangga juga melakukan pemeriksaan terhadap sumber informasi yang digunakan dalam naskah. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan referensi yang dicantumkan benar-benar dapat dipercaya.
Tidak hanya isi naskah, latar belakang penulis juga menjadi bagian dari proses seleksi.
“Kami juga akan mengecek background dari penulisnya. Apakah penulisnya benar-benar punya kemampuan di bidang itu atau tidak,” ujar Imam.
Dengan proses tersebut, naskah yang diterima penerbit harus melalui penyaringan sebelum akhirnya dinyatakan layak diterbitkan.
Komentar