Seputar Publik / Berita

Buku “22 Hari Belajar Parenting” Hadir di Tengah Masifnya Konten Digital, Ini Standar Ketat Erlangga

Ditujukan terutama bagi orang tua baru, buku karya 22 penulis ini mengangkat pentingnya referensi parenting yang kredibel di tengah derasnya informasi media sosial.
Imam Fachdrian, Koordinator editor buku umum Erlangga (tengah) saat diskusi bedah buku 22 hari belajar parenting Imam Fachdrian, Koordinator editor buku umum Erlangga (tengah) saat diskusi bedah buku 22 hari belajar parenting

Sementara itu, Ketua Dewan Pembinaan Komunitas Rumah Pencerah, Fery Farhati, mengatakan komunitas tersebut telah berdiri sejak 2014 sebagai ruang belajar dan wadah pemberdayaan bagi orang tua serta tenaga pendidik anak usia dini.

Awalnya, gerakan tersebut lahir dari keinginan menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak di sekitar tempat tinggal.

Seiring waktu, semakin banyak pihak yang terlibat hingga Rumah Pencerah berkembang menjadi komunitas yang aktif menggelar berbagai pelatihan.

Fery menilai tantangan pengasuhan saat ini semakin kompleks karena anak tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, teknologi tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman.

“Teknologi tidak harus kita takuti, tetapi harus kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya kita,” ujarnya.

Pada akhirnya, buku 22 Hari Belajar Parenting tidak hanya menawarkan kumpulan tulisan mengenai pengasuhan anak. Buku ini juga menjadi upaya mempertemukan pengalaman, pengetahuan, dan refleksi dari 22 penulis dalam satu ruang belajar bagi orang tua.

Di tengah banjir informasi digital, pesan yang ingin dibangun menjadi sederhana: orang tua tidak harus mengetahui semua hal, tetapi harus mau terus belajar agar mampu hadir dan tumbuh bersama anak.(*/hel).

Tulis Komentar

Komentar