Ini adalah sebuah langkah dari DPRD untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan hasil rapat gabungan besok supaya kejadian ini tidak terulang lagi, ungkapnya menambahkan.
Arif Rahman Hakim menyesalkan peristiwa itu terjadi. Betapa tidak sebuah pertandingan yang seharusnya menjadi sebuah tontonan yang menarik dan menghibur bagi warga Kota Bekasi seketika berubah menjadi sebuah tragedi yang mengerikan akibat ulah supporter The Jack yang kecewa kemenangan tim kesayangannya 2 - 0 berhasil disamakan oleh tim lawan bebuyutannya Persib Bandung menjadi 2 - 2.
"Saya melihat langsung mereka begitu sangat membabi buta, mereka menyerang dan menganiaya dengan sangat brutal siapa saja yang dituduh bobotoh, bahkan sampai tukang parkir dan pedagang di aniaya karena dituduh bobotoh," tutur Arif.
Arif melanjutkan, Ketika dirinya mengetahui yang diserang dan dianiaya banyak warga Bekasi yang dituduh bobotoh. Ia langsung turun melerai kemudian ikut mengamankan korban sampai masuk kedalam ruangan samping ruang ganti pemain dilantai dasar
Di ruangan itu, lanjut Arif lagi, dirinya melihat sudah banyak korban-korban penganiayaan lain yang diamankan panitia. Mereka ternyata adalah warga Bekasi yang merupakan supporter Persija tanpa menggunakan atribut hanya membawa KTA The Jack.
"Mereka ada yang warga dari Teluk Pucung, Pondok Gede, Pekayon. Ini sangat miris karena banyak warga Bekasi yang menjadi korban," sesal Arif.
Arif berharap kedepan kejadian yang menjadi momok buruk Ini tidak boleh terjadi lagi di Kota Bekasi, karena Kota Bekasi bukan Jakarta. Padahal banyak warga Kota Bekasi pendukung Persija juga.
"Yang tambah miris, stadion kebanggaan warga Kota Bekasi Patriot Candrabhaga ikut dirusak pula. Ini harus dievaluasi," tegasnya.
Saya kira memang butuh ketegasan pihak pengamanan didalam stadion dengan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku, pungkasnya.
(AZ)
Komentar