Sejak pertama kali diinisiasi oleh Alm Amarullah Asbah dengan dukungan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo, serta Wali Kota Sylviana Murni, Lebaran Betawi resmi diselenggarakan oleh Bamus Betawi sejak 2008.
Tradisi ini terus berkembang sebagai simbol sinergi kultural antara masyarakat Betawi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Memasuki penyelenggaraan ke-18, Lebaran Betawi kali ini tampil dengan konsep yang lebih kuat dalam penguatan identitas budaya.
Di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo di MKB, serta dukungan Gubernur Pramono Anung, acara ini tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga ruang eksplorasi nilai-nilai spiritual, sosial, dan kultural masyarakat Betawi.
Ketua pelaksana, Anas Ma’ruf, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara matang.
Koordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota serta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta terus dilakukan untuk memastikan kelancaran acara.
“Tradisi khas seperti anteran, sajian kuliner Betawi, hingga atraksi seni budaya akan tetap menjadi bagian utama, dengan melibatkan partisipasi dari seluruh wilayah kota,” kata Anas.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk turut berpartisipasi dalam perhelatan tersebut.
“Lebaran Betawi adalah panggung identitas utama Jakarta yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kultural. Kami mengajak semua pihak untuk hadir dan berkolaborasi,” pungkasnya.(*/hel)
Komentar